Open House Komunitas Gayam 16

Senin malam (16/2) dilangsungkan kegiatan buka rumah (open house) komunitas Gayam 16, sebuah komunitas seni yang diwariskan oleh seniman Sapto Raharjo (alm.). Selain yang berhubungan dengan gamelan sebagai fokus kegiatannya, komunitas ini juga terbuka bagi para musisi atau seniman lain pada umumnya untuk berbagi dan berkreasi bersama. Komunitas ini sebetulnya sudah lama berdiri, tetapi kemarin mereka menempati markas baru di daerah Mantrigawen, tak jauh dari pusat kota Yogyakarta.

Menurut Ari Wulu, putra dari seniman Sapto Raharjo, sekaligus penggiat komunitas ini, mengatakan bahwa hadirnya Gayam 16 lebih sebagai fasilitator. “Kami adalah ruang terbuka bagi siapapun yang ingin membagi ilmu atau pengalaman seni di sini,” ujarnya.

Gayam 16 selama bertahun-tahun telah mempresentasikan kegiatan tahunan bertajuk Yogyakarta Gamelan Festival, yang dimana merupakan festival gamelan bertaraf internasional, dengan kontingen dari berbagai negara, serta penampil lintas usia. Buah kerja-keras dari almarhum Sapto Raharjo yang mulai dirintis sejak 1995 ini tergolong berhasil membawa gamelan ke percaturan dunia. Sudah tak terhitung lagi berapa kontingen yang ikut serta dalam festival ini, mereka rata-rata seniman yang konsisten dengan karya-karya gamelan, baik tradisional maupun yang digarap baru.

Open House ini didukung oleh penampilan beberapa kelompok. Soundcloud community mengisi dengan gitar dan vokal, juga dari komunitas Gayam 16 sendiri. Tak kalah menariknya, tampil pula Sujud Sutrisno (Penarik Pajak Rumah Tangga), yang dengan aksinya lewat satu kendang yang dikalungkan, ia tampil membawakan lagu-lagu parodi gubahannya sendiri.

Komunitas seperti Gayam 16 perlu bagi masyarakat, sebagai penyeimbang di tengah dominasi musik industri kita, sekaligus sebagai ruang sosial untuk berbagi, saling mengenalkan potensi masing-masing; di komunitas ini juga tersimpan arsip-arsip musik yang begitu banyak dan disimpan rapi, bisa untuk diakses siapapun. Yang harus diketahui, informasi yang ada di Gayam 16 merupakan warisan koleksi alm. Sapto Raharjo yang langka dan penting, sulit kita dapat di internet.

Kontributor: Erie Setiawan

Editor : Yesaya Whisnu Wardhana

Sumber: Compusiciannews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *